AD (728x90)

Ads
  • 2793 Pine St

    MT Fc Mlg-Kdr

    Kami juga tidak hanya kuliah dan berorganisasi namun kami punya tim dalam sepak bola maupun dalam olaraga lainnya, untuk nama tim kami, kami memakai nama dengan MT. Fc atau Mamteng Fc. Malang- Kediri ...

  • 1100 Broderick St

    Organisasi

    Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan memanfaatkan sumber daya...

  • Cinta Dari Wamena

    Persahabatan

    adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi...

  • 420 Fell St

    Kebersamaan

    adalah kunci kekompakan, Kebersamaan membuat kita merasa kuat dan akhirnya betul-betul menjadi kuat. Kebersamaan itu indah saat dijalani dan indah saat kenangannya di ingat. Kebersamaan membuat hal yang sedikit terasa sangat melimpah...

3 Sep 2018

Penerimaan Mahasiswa Baru Mamberamo Tengah Malang-Kediri 2018

Badan Pengurus Harian (BPH) IKB-PMMTP Korkot Malang-Kediri sedang memberikan materi tentang pentingnya Oranisasi
Semangat terus datang di kalangan pelajar dan mahasiswa Kabupaten Mamberamo Tengah Papua di kota Malang dan Kediri. Ikatan dengan julukan Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Koordinator Kota Malang-Kediri tersebut mengadakatan kegiatan penerimaan anggota mahasiswa baru sebagai anggota ikatan.

Kegiatan diselenggarakan dari hari Jumat-Minggu, (31-2/09/2018). Diadakan di kota apel kota dingin di kota wisata Batu Vila Paderman.

Dalam kegiatan ini, Kegiatan diselenggarakan dengan memberikan materi, seminar dan game, lalu akhiri dengan pemasangan unggu api.

Salah satu senioritas menyatakan kami setiap tahun sudah melakukan kegiatan seperti ini, tujuan kami paling utama adalah kami harus mendidik adik-adik mahasiswa kami (Maba) mereka harus kami arahkan terlebih dulu dari pengenalan lingkungan, menghadadpi lingkungan baru, cara menghadadpi mahasiswa di lingkungan kampus, dan seminar perkembangan anak muda dan pentingnya beorganisasi. Jadi kami harus melakukan ini agar adik-adik tidak bingung menghadapi lingkugan baru di kota Malang, Imbuhnya.

Sementara Badan Pengurus Harian (BPH) IKB-PMMTP Malang-Kediri Melkinus Tabuni sebagai ketua pangujuban menyatakan Organiasasi sangatlah penting, kita bisa membentuk karakter, disiplin diri, mengasah mental dan yang lainnya, sebabnya kami harus mengarahkan adik-adik dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru dan sebagai anggota Sah dalam organisasi IKBPMMTP Korkot Malang-Kediri. Juga kami memberikan sertivikat sebagai tanda anggota dalam ikatan ini katanya.

Sumber: Nawor Lano Post




18 Jul 2018

IKB-PMPJ Dan Efek Pemekaran Baru

Peserta Musyawara Besar IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali 2016 di Semarang saat mengikuti Ibadah Pembukaan di hari pertama tanggal 28/12/2016.
IKB-PMPJ dan Efek Pemekaran Baru, melihat dalam sisi politik, keuntungan dan efek terhadap mahasiswa.

IKBPMMTPNesw - Bagi politikus pemekaran baru adalah lahan baru yang siap panen dalam keuntunganya, politikus melihat bahwa pemekaran baru meningkatkan pembangunan bagi warga setempat, meningkatkan perekonomian, mempermudah akses dari segi apa saja, dan mustinya tidak terlepas dari segi keuntungan elit politikus itu sendiri. Namun, jika kita melihat dari sisi penduduk sangat tidak layak untuk dimerkarkan khususnya di daerah Pegunungan Tengah Papua.

Ini fenomena yang terjadi pada elit dan intelektual di pegunungan, tidak melihat dari segi penduduk, georafis dan yang anehnya lagi, mereka terus gotot ke pusat untuk mendapatkan pemekaran, terkadang dengan isu Papua Merdeka jika tidak diberikan pemekaran. Isu Papua Merdeka adalah obat paling ampuh bagi elit politikus di Papua tanpa melihat efek dari pemekaran baru itu sendiri.

Saya tidak mengores disini tentang politik dan pemekaran baru di Papua namun saya sedikit mengores soal perkembangan IKB-PMPJ dan efek pemekaran baru terhadap mahasiswa. Dalam goresan ini saya sebagai anggota Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Se-Pegunungan Tengah Jayawijaya Se-Jawa dan Bali (IKB-PMPJ). Sekitar 11 tahun saya mengikuti organisasi mahasiswa Se- Pegunungan Tengah Papua ini, jadi saya tahu benar dalam perkembangan organisi ini dan efek pemekaran baru yang terjadi di kalangan mahasiswa Papua Pegunungan Tengah.

IKB-PMPJ adalah wadah paling besar yang ada di Se-Jawa Bali, sejak saya baru bergabung dalam wadah ini saya banyak belajar apa untungya mengikuti organisasi diluar kampus. Sejak saya bergabung nuansa mahasiswa tahun 2012 ke bawah sangat berbeda dengan nuansa mahasiswa 2013 keatas. Jadi di tahun 2012 ke bawah mahasiswa Se- Pegunungan Tengah dari Puncak Jaya, Puncak Papua, Tolikara, Lani Jaya, Memberamo Tengah, Jayawijaya, Yalimo, Nduga dan Yahukimo semua bergabung dalam wadah IKB-PMPJ entah dari koordinator wilayah (Korwil) hingga Se-Jawa dan Bali. Dan ini saya merasa satu keuntungan besar yang kami miliki dalam IKB PMPJ saat itu, karena seperti berada dalam satu rumah satu keluarga, kami tidak memandang bulu, kami tidak melihat dari sisi Kabupaten, tapi kami hanya tahu bahwa kami dari Papua (anak koteka) dan kebersamaan, kekompokan kami sangat luar biasa namun itu hanya untuk sebuah cerita di saat ini.

Sangat terasa ketika itu ada pemekaran-pemekaran baru di pegunungan tengah, kami tidak lagi IKB-PMPJ tapi setiap kabupaten ingin keluar dari IKB-PMPJ dari Korwil hingga Se-Jawa dan Bali, dan akhirnya benar terjadi sebagian sudah keluar. Ipmapuja adalah salah satunya yang pertama mendirikan pondasi Se-Jawa Bali dan korwil, berpisah dari IKB-PMPJ sejak 2011. Dan disusul dengan tiap kabupaten lainnya sesuai dengan perkembangan mahasiswa.

Pemekaran baru ditambah dengan perkembangan benar-benar membawa efek yang buruk di kalangan mahasiswa di Se- Jawa dan Bali. Dulu satu Bapa dan Mama, makan rica garam bersama, tinggal serumah namun kini tak lagi sama. Efek pemekaran ini sangat susah untuk menyatuhkan mahasiswa, musuh selalu memecah belah, musuh selalu membuat mahasiswa Papua tak lagi satu, tak lagi kompak. Ditambah perkembangan zaman, zaman now adalah generasi milenial, generasi gadget. Mahasiswa banyak egonya, mahasiswa tercipta mental instan, mahasiswa yang malas tahu terhadap keadaan dan ini sangat berbahaya ketika pulang di Papua, kita tidak lagi peduli terhadap pembangunan, ekonomi, sesama, kita main pilih suku, keluarga, korupsi karena ini tercipta dari mental ego, malas tahu, mental instan, mental tidak peduli. Sebabnya, Papua akan begitu-begitu saja dalam perkembangannya, kita hanya akan melihat non Papua terus berkembang di tanah kita sendiri sementara asli Papua sibuk politik yang baku gunting sesama Papua.

Jangan menganggap keadaan yang sedang anda bersama saat ini anda akan merubah ketika anda pulang Papua karena itu tidak akan pernah terjadi, kehidupan akan menuntut kita jadi manusia yang memikirkan diri sendiri padahal dulunya waktu mahasiswa kita berpikir luas.

Jadi, diakhir goresan saya, saya ingin menyatakan bahwa senyata lain untuk menghancurkan dengan mudah adalah dengan mengatakan “Pembangunan, Ekonomi, Kesejahteraan” adalah bahasa paling manis untuk merayu dan menghancurkan. So “yang manis belum tentu manis dan jahat belum tentu jahat” bijaklah kawan.

Sumber

26 Mei 2018

Mubes IKB-PMMTP Korkot Malang-Kediri 2018

Peserta Mubes saat mengikuti arahan panitia penyelenggara -  Foto doc. IKB-PMMTP.
Semangat berorganisasi, mengantarkan Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Koordinator kota Malang-Kediri telah menyelenggarakan acara Musyawarah Besar (Mubes) ke V pada hari ini 26 Februari 2018.

Acara berlangsung sejak pukul 07.00-15.00 WIB. Bertempat di Aula Madrehisa, Puncak Tidar kota Malang. Sejak pagi, anggota sah IKB-PMMTP, Para tamu undangan dan Simpatisan berantutias mengikuti acara ini dengan tenang dan semangat sebagaima sesuai dengan paham dalam berorganisasi.

Dalam Mubes ini juga dilakukan pergantian kepengurusan baru sebagaimana sudah diatur dalam peraturan, AD dan ART. Kepengurusan atau pejabat wadah ini sebelumnya 2016-2018  di jabat oleh Kinus Kira Karoba menjabat sebagai Ketua, Arnus kenelak sebagai Bendahara dan Efrat Kenelak menjabat sebagai Sekretaris.

Dalam kesempatan ini pengurus baru pejabat IKB-PMMTPpun secara musyawarah dan mufakat telah melakukan pemilihan dan melantik, pergantian kepengurusan baru untuk tahun ajaran 2018-2020 ke depannya.

Dan dalam pemilihan Mubes Ke V kali ini dimenangi atau behasil mendapat suara terbanyak dan menjadi seorang Ketua pada pemilihan ini adalah Melkinus Tabuni mahasiswa Wisnuwardhana Malang, Fakultas Teknik, Jurusan Elektro dan disusul oleh Erdi Kenelak sebagai Wakil Ketua, Hendrikus Gombo sebagai Sekretaris dan Fredikus Mumpo sebagai Bendara. Mereka yang terpilih adalah yang akan menjadi kepengurusan selanjutnya dalam himpunan ini untuk tahun kepengurusan 2018-2020.


Feature Top (Full Width)

Kalender

© 2013 IKB-PMMTP Korkot Malang-Kediri | Official Website. All rights resevered. Designed by BL | Si Anak Kampung